Menjawab pertanyaan tentang alasan resign saat interview bisa jadi krusial karena bisa memberi gambaran ke HRD tentang sikap profesional, motivasi, dan tujuan karier kamu. Berikut tips dan contoh jawaban yang baik :
Prinsip Umum Saat Menjawab :
- Jujur, tapi tetap positif. Hindari menjelekkan atasan atau perusahaan lama.
- Fokus pada masa depan. Tekankan alasan yang menunjukkan kamu ingin berkembang.
- Sesuai posisi yang dilamar. Tautkan alasan resign dengan peluang yang kamu lihat di perusahaan baru.
Contoh Jawaban Berdasarkan Alasan Resign :
1. Ingin Tantangan Baru
“Saya merasa sudah mencapai banyak hal di posisi saya sebelumnya, dan saat ini saya ingin tantangan baru yang bisa mendorong saya berkembang, khususnya di bidang [sebut bidang yang relevan]. Saya melihat posisi ini bisa memberikan ruang untuk itu.”
2. Ingin Pengembangan Karier
“Di perusahaan sebelumnya, peluang pengembangan karier cukup terbatas. Saya ingin berkembang lebih jauh secara profesional dan saya percaya perusahaan ini menawarkan jalur karier yang lebih sesuai dengan tujuan jangka panjang saya.”
3. Perubahan Visi atau Budaya Perusahaan
“Setelah adanya restrukturisasi, terjadi pergeseran visi perusahaan yang kurang sejalan dengan nilai dan cara kerja saya. Saya mencari lingkungan kerja yang lebih sejalan dengan prinsip profesionalisme dan kolaborasi.”
4. Alasan Keseimbangan Hidup (Work-Life Balance)
“Saya merasa beban kerja saya sebelumnya tidak seimbang, dan berdampak pada performa serta kehidupan pribadi. Saya ingin berada di perusahaan yang menghargai produktivitas sekaligus keseimbangan hidup.”
5. Alasan Personal (Pindah Domisili, Keluarga, dll)
“Saya pindah domisili karena alasan keluarga, dan mencari kesempatan karier yang sesuai dengan pengalaman saya di wilayah ini.”
Hal yang Sebaiknya Dihindari:
- Gaji kecil.
- Bos saya toxic.
- Kerjaannya membosankan.
- Teman kerjanya nggak enak.
- Jawaban defensif atau menyalahkan.
